Untuk makan panda, taman wisata ini tanam bambu seluas 8 hektare

0
217

Panda adalah salah satu hewan mamalia yang sangat menggemaskan. Badannya yang besar dan tingkahnya yang lucu banyak membuat orang tertawa.

Tetapi, hewan dengan nama latin Ailuropoda melanoleuca ini tidak berkembang biak di Indonesia. Habitat Panda sendiri berada di Tiongkok. Tapi, untuk kamu yang penasaran melihat panda secara langsung, kamu dapat melihat sepasang giant panda di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.

Usai melewati masa karantina selama satu bulan, panda jantan yang bernama Cai Tao dan panda betina yang bernama Hu Chun ini akan meramaikan penghuni Taman Safari Indonesia pada bulan November ini. Keduanya diserahkan oleh Pemerintah China ke Pemerintah Indonesia melalui sebuah upacara satu hari sebelumnya.

“Mereka memang hewan soliter. Jadi kita pisahkan. Ada yang di indoor ada yang di outdoor. Seminggu sekali kita rolling. Dan kita satukan saat mereka ingin kawin,” kata salah satu petugas yang menangani panda tersebut.

Sepasang giant panda yang berusia 7 tahun ini memiliki berat yang sangat luar bisa. Chai Tap memiliki berat 127 kilogram, dan Hu Chun memiliki berat 139 kilogram.

“99 Persen panda ini makan bambu. Dalam sehari panda dapat menghabiskan 30 kilogram batang bambu. Dan sisanya kita kasih nutrisi seperti buah apel merah dan wortel dan cake untuk panda yang terdiri dari tepung jagung, beras, kedelai, telur ayam, dan minyak buat campuranya,” jelasnya.

Direktur Taman Safari Indonesia, Janses Manansang mengungkapkan jenis bambu yang dikonsumsi oleh panda kebanyakan menggunakan bambu lokal walaupun masih terus dilakukan penyesuaian menggunakan bambu asli dari China.

“Pada awalnya pakai bambu dari sana (China) semakin ke sini kita mix dengan bambu lokal. Lama-lama kita putus sampai akhirnya sepasang panda ini hanya konsumsi bambu lokal saja. Kita juga sudah sejak lama menanam bambu. Dan ada sekitar 8 hektare lahan bambu yang ada pada saat ini,” ujarnya.