Tes keperawanan tak dipercayai suami, wanita ini akhirnya bunuh diri

0
139

Salah seorang pria di Tajikistan telah didakwa menjadi penyebab istrinya bunuh diri setelah dia memaksa istrinya untuk melakukan tes keperawanan berulang-ulang kali. Tapi setelah istrinya melakukan tes, suami tidak mau mempercayai hasil tes itu dan ia menginginkan istri kedua.

Dan setelah mendengar pernyataan suami, Rajabbi Kurshed (18) malah menenggak cuka dalam dosis mematikan.

Keluarga Kurshed mengatakan, jika Pirov menginginkan istri kedua karena ia tidak percaya dengan hasil tes keperawanan istri nya.
Sebelum menikah, Kurshed sudah lolos tes keperawanan yang diwajibkan oleh pemerintah Tajikistan. Pirov mengaku, dia meminta istrinya untuk melakukan dua kali tes lagi.

Dan tes kedua menunjukkan hasil yang sama, Kurshed memang masih perawan. Namun, Pirov tidak mempercayai hasil tes itu.

Keluarga Kurshed mengatakan, menjelang kematian putrinya, ia mengatakan dia merasa tertekan dengan keinginan suaminya yang mencari istri kedua.

Tapi, menurut pengakuan Pirov istrinya sudah mengizinkannya untuk menikah lagi.

“Istri saya memberi pernyataan tertulis bahwa dia mengizinkan saya mencari istri kedua karena dia tak perawan saat kami menikah,” kata Pirov.

Ibu Khurshed mengatakan, putrinya adalah korban fitnah dan dia tidak pernah berhubungan seks dengan siapapun. Khurshed pun terpaksa putus sekolah demi membantu merawat dua adiknya yang memiliki kebutuhan khusus.

Pirov sendiri terancam terkena hukuman penjara delapan tahun jika ia terbukti menjadi penyebab kematian istrinya.

Semenjak tahun 2015, pemerintah Tajikistan mewajibkan seluruh pasangan yang akan menikah untuk menjalani tes kesehatan untuk mencegah terjadinya pernikahan antar-kerabat.