Siswi Ini Dapat Ganti Rugi 16 M, Setelah Ia Dipaksa Buang Air Di Ember Oleh Sang Guru

0
193

Seorang siswi SMA di California, Amerika Serikat mendapat ganti rugi sebesar USD 1,25 juta (setara Rp 16,7 miliar) usai dipaksa buang air kecil di ember di dalam kelas karena tidak mendapat izin ke toilet oleh gurunya saat jam pelajaran berlangsung.

Siswi tersebut kemudian mengajukan tuntutan sebesar USD 25.000 (setara Rp 334,2 juta) ke pengadilan San Diego pada tahun 2012 lalu. Kemudian, sang hakim memutuskan memberikan ganti rugi lima kali lipat lebih banyak dari yang diminta.

Saat sidang, siswi yang tidak ingin diketahui namanya itu memberi kesaksian di depan hakim bahwa dirinya paksa buang air kecil di ember di dalam kelas dan kemudian membuang air seninya ke wastafel oleh sang guru karena peraturan sekolah tidak memperbolehkan dia ke toilet saat jam pelajaran berlangsung.

Akibat kejadian itu, dia harus menanggung malu karena di bully teman-temannya sekolahnya melalui pesan singkat langsung ponselnya. Dia juga hampir melakukan upaya bunuh diri karena tak tahan dengan ejekan temen temannya.

“Selama 20 tahun saya menjadi seorang pengacara dan telah menangani berbagai kasus pribadi dan baru kali ini mendapat kasus yang tidak biasa seperti ini. Perlakuan ini memanglah tidak pantas diberikan kepada seorang siswi 14 tahun yang baru saja mulai memasuki lingkungan SMA,” tutur kuasa hukumnya, Brian Watkins.

Brian Watkins juga menambahkan, kliennya yang saat ini sudah berusia 18 tahun itu masih menjalani terapi akibat trauma berat akibat bullyan dari teman teman sekolahnya. Kendati demikian, Watkins mengaku kliennya puas dengan keputusan hakim pengadilan tersebut.

Sementara itu, pejabat pendidikan distrik setempat mengungkapkan bahwa sang guru tersebut tidak berniat menyakiti sang siswi dan menganggap dia hanya menjalankan peraturan sekolah yang tidak boleh mengijinkan muridnya ke toilet pada saat jam pelajaran berlangsung dan pihak sekolah membuat peraturan itu bukan tanpa alasan karena khawatir bahwa sang murid tersebut akan melakukan kecurangan dengan menyiapkan kertas contekan saat berada di dalam toilet. Kini guru tersebut sudah diberhentikan dari sekolahnya