Seperti ini Realita Kehidupan Pekerja S3ks di Korea Selatan. Beda Banget dengan Negara Lain!

0
10193

Di Korea Selatan Layanan seksual ditawarkan secara terbuka di rumah bordil , panti pijat , atau pun bilik salon seperti Miari , salah satu red light distrik terbesar di Seoul.

Hal inilah yang membuat sutradara Jason Y.Lee dan produser Edward Lee terdorong untuk mewawancarai wanita muda yang memberikan sekilas bayangan perdagangan seks Korea Selatan dalam film dokumenter mereka “Save My Seoul”.

Mereka bertemu dengan dua orang pekerja seks bernama Chrystal dan Esther yang mengungkapkan beberapa hal tentang pekerjaan mereka.

Dengan menggunakan kamera yang tersembunyi dan akses dari mucikari , pria hidung belang dan pekerja , para kru pembuat film ini mengeksplorasi perdagangan sekd di Seoul.

Dan berikut beberapa kutipan percakapan dari wawancara dengan mereka.

Q : “Banyak wanita di sini memiliki masa kecil yang suram , apa mungkin hal itu yang mendorong mereka masuk dalam prostitusi?”

A : “Ada banyak remaja yang pergi dari rumah setiap tahun dan ini prostitusi membuka peluang kerja yang sangat besar. Banyak orang diluar sana yang mengira mereka menjadi pekerja seks karena ingin banyak uang, padahal wanita-wanita disini tidak seperti itu. Jika mereka punya pilihan lain, mereka tidak akan melakukannya”

Dan saat kru berada di Miari , mereka mengunjungi 15 sampai 20 rumah bordil.

Setiap tempat berisi lima sampai sepuluh orang.

Dan jika ditotal , mereka melihat ada ratusan perempuan dan hal ini adalah fakta yang memilukan.

Para pekerja seks ini tidak ingin menjalin sebuah hubungan cinta yang resmi karena sulit mempercayai seorang pria.

Tidak hanya prostitusi wanita saja, di Korea Selatan juga ada prostitusi laki-laki.

Dan beberapa diantara mereka masih dibawah umur.