Seorang Ibu Tega Menendang Anaknya Yang Masih Kecil Di Jalan, Ternyata Alasanya Cukup Mengejutkan

0
1977

Pasti kita semua akan merasa marah jika melihat seorang ibu tega menendang seorang anak kecil meski itu adalah anak kandungnya sendiri, tapi bukan berarti itu bisa menjadi alasan untuk melakukan kekerasan terhadap anak.

Apalagi jika hal itu dilakukan disebuah tempat umum, pastinya akan mengundang perhatian banyak orang yang melintas.

Aksi ibu sadis itu terekam dalam sebuah video yang diunggah melalui sebuah akun facebook dan menjadi viral setelah diunggah kembali dalam beberapa judul.

Rekaman video tersebut diambil pada bulan mei lalu disebuah kawasan Xiaoshan, Wilayah Zhejiang, China.

Aksi sadis sang ibu yang diketahui bernama Huang Xiao Xiao, mendapat kecaman dari para nitizen yang menyaksikan video unggahan tersebut. Bahkan tercatat lebih dari 100 orang yang melaporkan aksi sadis sang ibu yang tega menendang anaknya agar mendapat hukuman.

Kemudian setelah dimintai keterangan lebih lanjut Huang menceritakan hal yang membuatnya tega menendang anak kandungnya sendiri, ternyata alasannya cukup mengejutkan, Huang adalah seorang single parent setelah ia bercerai dengan suaminya ia kini tinggal dijalanan bersama anaknya.

Huang mengaku sering merasa kelaparan, karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Karena hal itu juga yang menyebabkan emosinya tidak stabil dan sering melampiaskan kekesalannya terhadap anaknya dengan memukul bahkan menedangnya.

Hingga ia kini ditahan setelah terlihat di depan umum menendang anaknya hingga tersungkur di jalanan, kejadian itu bermula setelah Huang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan namun lamarannya ditolak dengan alasan sudah memiliki seorang anak. Dan saat perjalanan pulang bersama anaknya, anaknya menangis dan minta dibelikan sosis namun anaknya justru merasa kepanasan kemudian memarahinya, karna ia sedang merasa kesal dan tak bisa mengendalikan emosi ia menendang anaknya dengan cukup keras sehingga tersungkur di jalan. Namun kemudian Huang mengaku sangat menyesal dengan kejadian itu.

Setelah cerita itu menyebar luas, kemudian para nitizen yang membencinya berubah menjadi merasa iba kepadanya karena merasa miris mendengar cerita kehidupannya yang cukup pahit.