Seorang hakim di Italia bebaskan terdakwa pemerkosa sebab korbannya tidak berteriak

0
85

Seorang hakim di sebuah pengadilan Kota Turin, Italia, menuai kecaman dan kritik yang keras setelah dia membebaskan seorang pria yang merupakan seorang pemerkosa karena korbannya mengaku tidak berteriak ketika peristiwa pemerkosaan itu terjadi.

Sebuah laman KTLA melaporkan, pria berusia 46 tahun dan namanya tidak ingin disebutkan, itu tidak dinyatakan bersalah usai sang hakim mempertanyakan mengapa perempuan yang menjadi korban pemerkosaan di sebuah ranjang rumah sakit itu tidak mencoba berteriak untuk meminta sebuah pertolongan.

Dalam sidang pengadilan tersebut diketahui, korban mengaku hanya sempat mengatakan ‘cukup!” kepada pelaku yang juga merupakan rekan kerjanya di sebuah rumah sakit itu. Namun hakim menilai bahwa ucapan korban itu terlalu lunak dan bukan sebuah penolakan..
Seorang pengacara korban pemerkosaan tersebut mengatakan bahwa kliennya tidak berusaha untuk berteriak karena dia merasa terlalu kesakitan ketika pemerkosaan itu terjadi.

Keputusan sang hakim dalam sidang kasus pemerkosaan tersebut sontak menuai kritik keras dan kecaman dari para komunitas pembela hak asasi perempuan di Italia.

Kemudian dari pihak Menteri Kehakiman bernama Andrea Orlando juga sudah memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki kasus pemerkosaan ini, karena terlihat ada kejanggalan pada putusan hakim yang dianggap meringankan pria pelaku pemerkosaan tersebut.

Para anggota parlemen dari sebuah partai oposisi Annagrazia Calabria juga ikut mengecam keputusan sang hakim tersebut, karena dianggap terlalu memberatkan pihak korban dan meringankan sang pelaku pemerkosaan dan bisa membuat pelaku untuk mengulangi perbuatannya kembali.
“Tentu saja, Anda tidak bisa menyalahkan reaksi dari perempuan yang sedang mengalami ketakutan atas apa yang telah terjadi padanya,” imbuh Anna.