Seorang guru di Tasikmalaya nekat mencuri uang sekolah demi bisa mudik dan berlebaran di kampung halaman

0
143

Seorang guru honorer di tangkap oleh petugas polisi karena kedapatantelah mencuri sejumlah uang sebesar Rp. 10 juta di tempat ia mengajar, yaitu SD Baiturrahman, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurut pengakuan pelaku, uang tersebut akan dipakai untuk membeli perlengkapan lebaran sperti pakaian, sendal, sepatu, telepon seluler, dan untuk membeli tiket angkutan mudik.

“Diketahui modus dari pelaku tersebut yang bekerja sebagai seorang guru honorer di SD Baiturrahman tersebut memasuki sebuah ruangan tata usaha untuk mengambil uang dari honor akreditasi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus yang dikutip dari Antara, pada jum’at 23 Juni lalu.

Berdasarkan penuturan Yusri, aksi kejahatan yang telah dilakukan pria yang berinisial HA yang merupakan seorang guru honorer itu terjadi, pada Selasa 30 juni lalu , saat pembagian sejumlah uang dari honor akreditasi di ruang Tata Usaha SD Baiturrahman Jalan RE. Martadinata, Kota Tasikmalaya.

Pelaku yang diketahui tercatat sebagai warga dari Mangkubumi, Tasikmalaya itu menjalankan aksinya ketika sang bendahara sekolah sedang sibuk melayani para guru lainnya. Saat itulah, uang dalam amplop yang berada di atas meja langsung diambil oleh pelaku.

“Pelaku langsung mengambil amplop yang berisi uang tunai Rp 10.800.000, kemudian dimasukan ke dalam tas milik pelaku,” ungkap Yusri.
Pihak sekolah kemudian melaporkan kasus kehilangan uang tersebut ke pihak kepolisian setempat hingga akhirnya berhasil mengungkap pelakunya.

Kendati demikian, uang yang telah dicuri pelaku tersebut, kata Yusri, sebagian sudah digunakan pelaku untuk membayar hutang, membeli baju, sepatu, sendal, dan satu buah telepon seluler merek Samsung, dan lain lain.

“Uang tunai Rp 5 juta diberikan kepada istrinya, untuk saat ini istrinya sudah mudik ke Jawa Tengah,” katanya.
Polisi selanjutnya menahan pelaku, kemudian mengamankan barang bukti uang sisa dari hasil pencurian sebesar Rp 2 juta, kemudian barang yang sudah dibeli pelaku menggunakan uang itu, guna pemeriksaan lebih lanjut.