Seorang Bapak di Rokan Hulu Tega Untuk Menghamili Anaknya Sendiri

0
1233

Warungjudiindonesia.com – Gadis yang saat ini masih berusia 14 tahun telah hamil 5 bulan setelah dari dirinya itu berkali-kali untuk disetubuhi ayah kandungnya sendiri, yang di ketahui berinisial US (50). Perbuatan tersebut yang telah dilakukan di rumah dari pelaku di sebuah desa yang ada di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

“Selama dia melakukan perbuatannya, pelaku yang mengancam korban dan juga memaksanya tanpa diketahui oleh ibu korban,” ujar dari Kapolres Rokan Hulu AKBP Yusup Rahmanto kepada kami pada hari Rabu (12/4).

Perbuatan bejat dari sang pelaku itu terbongkar karena dari korban mengalami perubahan fisik, perutnya yang telah membuncit sehingga dari ibunya menjadi curiga dan langsung menanyakan apa yang telah terjadi. Meski ditanya, korban itu masih juga tidak berani menjawab dan juga hanya diam lantaran takut ancaman dari ayahnya.

Merasa ada hal yang tidak beres, ibu dari korban seketika langsung mengajak anaknya itu ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya dari dokter telah menyatakan bahwa dari korban hamil 5 bulan. Ibu korban merasa sangat marah dan juga mendesak untuk memberitahu siapa pelakunya.

“Korban yang pada akhirnya menceritakan tentang apa yang dialaminya selama ini. Pelaku yang memang menghamili korban itu telah diakui merupakan ayah kandungnya sendiri. Korban yang dipaksa oleh pelaku sejak dari tahun 2016 lalu hingga ketahuan hamil,” kata dari Yusup.

Sang ibu pun juga menjadi tersulut emosi dan juga bercampur sedih setelah dirinya mendengar pengakuan dari sang anak gadisnya itu. Sambil membawa anaknya, ibu dari korban melaporkan suaminya ke Polsek Ujung Batu agar segera ditangkap dan juga dihukum.

“Setelah menerima laporan dari korban, penyidik yang langsung menuju ke rumahnya dan mencari pelaku. Tapi tidak berada di rumah, lalu dicari ke tempat lain,” kata dari Yusup.

Setelah dicari, akhirnya polisi menemukan pelaku di rumah orang tuanya Kecamatan Rokan IV Koto. Penyidik juga membawa barang bukti hasil tes kehamilan, dan hasil USG dari rumah sakit serta Kartu Keluarga.

“Pelaku dijerat Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman hukuman di atas 10 tahun,” jelas Yusup.