Sebelum menikah, pasangan ABG dan nenek 71 tahun mengancam tenggak racun rumput

0
114

Pasangan pengantin tak lazim yaitu Selamet Riyadi yang masih berusia 16 tahun dan Rohaya seorang nenek yang sudah berusia 71 tahun telah membuat heboh dunia maya. Pernikahan tak lazim ini sempat terkendala oleh restu keluarga. Keduanya pun sempat mengancam akan sama-sama melakukan bunuh diri dengan menenggak racun rumput jika keinginan mereka untuk menikah tidak dipenuhi.

Setelah rencana pernikahan mereka disampaikan kepada keluarga masing-masing sebulan lalu. Namun pihak keluarga dengan tegas melarang mereka untuk melangsungkan pernihakan. Dengan alasan, usia mereka yang terpaut sangat jauh.

Tak pernah terlintas, keduanya akan mengancam menenggak racun rumput agar niat mereka untuk hidup dan mati bersama dapat terwujud. Takut dengan ancaman tersebut, kemudian pihak keluarga akhirnya memberikan restunya yang disampaikan melalui perangkat desa setempat.

Seperti diketahui, pasangan tak lazim ini melangsungkan pernikahan di rumah ketua RT Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Minggu malam. Prosesi ijab kabul juga disaksikan oleh kedua pihak keluarga, kepala desa, dan warga setempat yang dipimpin oleh seorang penghulu.

Selamet diketahui menyerahkan sebuah mas kawin berupa uang Rp 200.000 kepada saudara tua dari istrinya yang menjadi wali nikah. Keduanya pun resmi telah menjadi pasangan suami istri.

Kepala desa setempat, Cik Ani menceritakan, mengenai ancaman itu dia terima laporan dari keluarga perempuan yang datang ke rumahnya. Tak ingin terjadi hal buruk yang tidak diinginkan, dia kemudian mendatangi rumah Rohaya untuk mencoba bernegosiasi dan akhirnya bersepakat menikahkan keduanya.

“Mereka (Selamet dan Rohaya) sempat mengancam untuk bunuh diri bersama kalau tidak segera dinikahkan, katanya mereka akan minum racun rumput. Makanya saya cepat-cepat temui, syukur keluarga menerima,” ungkap Cik Ani.

Menurutnya, penolakan dari keluarga bukan karena masalah ekonomi semata, tetapi dilatar belakangi perbedaan usia mereka yang terlalu jauh. Keluarga khawatir pernikahan itu akan menjadi sebuah aib dan omongan warga sekampung.