Sandang disabilitas, atlet berkuda ini sukses raih berbagai prestasi

0
144

Banyak orang yang menganggap saat seseorang memiliki keterbatasan orang tersebut tidak bisa untuk melakukan banyak hal. Dan mereka hanya dipandang sebelah mata. Padahal orang yang memiliki keterbatasan juga dapat melakukan banyak hal dan dapat mengukir prestasi.

Seorang mahasiswi Gemma Rose Foo, mahasiswi jurusan Media dan Komunikasi The Management Institute of Singapore (MIDS) ini memiliki keterbatasan, namun dia mampu untuk masuk tim atlet paralimpiade Singapura. Dan hebatnya, dia juga dapat menyeimbangkan sukses di dunia pendidikan dan prestasi olahraga berkuda.

Gadis yang berusia 21 tahun ini di diagnosa mengidap penyakit spastic quadriplegia (gangguan gerakan yang disebabkan oleh cidera pada otak) sejak dia lahir, terus menunjukkan prestasinya, dan belum lama ini dia telah berhasil meraih juara pada kejuaraan Concours Para-Équestre de Dressage International (CPEDI3) di Überherrn Linslerhof, Jerman.

Bertanding pada kategori freestyle dressage, Gemma Rose Foo mengembangkan gerakan-gerakannya sendiri bersama dengan pelatihnya, sekarang dia kembali bersiap untuk mengukir prestasi pada FEI World Equestrian Games (WEG) 2018 tahun depan. WEG akan berlangsung pada September 2018 di Tyron International Equestrian Centre, Mill Spring, Carolina Utara.

Turnamen ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali dan dianggap sebagai turnamen yang sangat penting dalam kalender equestrian (olahraga berkuda) dunia. Dan pada tahun depan, diperkirakan para peserta dari 70 negara akan mengikuti kompetisi ini dan dihadiri oleh sekitar 500.000 penonton.

Walaupun menorehkan berbagai prestasi, Gemma tidak pernah melupakan sekolahnya. Dia menyeimbangkan antara belajar dan berlatih kuda bukanlah suatu hal yang mudah, namun dia tidak pernah menyerah