Sadis…!!! Seorang Bocah Digantung Di Depan Rumahnya, Setelah Merobek Surat Cerai Orang Tuanya

0
384

Setiap keluarga pasti mendambakan sebuah keharmonisan yang hangat, namun ada juga diantara mereka yang harus berakhir dengan sebuah perceraian. Meski tidak diinginkan sang anak namun itu menjadi sebuah solusi para orangtua saat sudah tidak dapat menemukan solusi lain untuk mempertahankan rumah tangganya.

Dengan adanya perceraian orangtuanya, sang anak juga menjadi korban dan akan mengalami trauma yang mendalam hingga ia dewasa nanti. Seperti kisah yang dialami seorang bocah berusia 8 tahun di Jiange, Sichuan, China.

Bocah ini harus menerima kenyataan bahwa orangtuanya bercerai dan akan berpisah, mendapati orangtuanya akan berpisah ia mencoba merobaek surat perceraian orangtuanya dan berharap kedua orangtuanya membatalkan perceraian tersebut.

Sang ayah yang merasa marah dan tidak bisa mengendalikan emosinya setelah mengetahui bahwa sang anak telah merobek surat perceraiannya, Sang ayah mengamuk terhadap sang anak yang masih berusia 8 tahun tersebut. Bahkan sang ayah tega memukul sang anak hingga menggantungnya di depan rumah secara sadis menggunakan sebuah tali tambang.

Kemudian sang ayah memotret anak tersebut dan mengirimkan foto tidakan sadisnya terhadap anak kandungnya sendiri kepada mantan istrinya, sang istripun segera melaporkan tidakan sadis suaminya tersebut kepada pihak kepolisisan setempat berdasarkan bukti foto yang dikirim oleh mantan suaminya.

Setelah dlakukan penangkapan kepada sang ayah yang tega menggantung dan memukul anaknya yang masih berusia 8 tahun, diketahui sang ayah melakukan hal tersebut dibawah pengaruh minuman beralkohol dan mengakibatkan begitu mudah tersulut emosi.

Setelah kejadian tersebut sang anak mengalami trauma yang mendalam, kemudian pihak kepolisisan setempat memberikan sebuah konseling pskologis terhadap sang anak yang juga menjadi korban perceraian orangtuanya.

Akibat tindakan sadisnya sang ayah mendapat hukuman penjara satu tahun lebih dan pihak pengadilan juga mencabut hak asuhnya.