Ridwan Kamil Menjadi Orang No1 Di Jabar

0
178

warungjudiindonesia.com – Bersamaan pemilu pada 2018 mulai dipanaskan dari Jawa Barat. Minggu pagi, Jawa Partai Nasdem Barat menyatakan dukungannya terhadap Ridwan Kamil untuk mencalonkan Gubernur Jawa Barat di Bandung Lautan Api Monument Square (Tegalega).

Ridwan Kamil adalah calon pertama yang mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon pemimpin Jabar. Dia tiba di sisingaan tempat berkuda. Wali Kota Bandung tiba dengan Ketua DPD Nasdem Saan Mustopa.
Sambil diiringi musik tradisional, Ridwan Kamil menyapa dan berjabat tangan dengan pendukung. Juga hadir Ketua acara Partai Nasdem DPP Surya Paloh. Dengan berjalan kaki, Surya menuju acara deklarasi.

Momentum Ridwan Kamil adalah sangat tepat. Dia akan mengakhiri masa jabatannya sebagai walikota Bandung pada bulan September 2018. Pria yang akrab disapa Emil Kang juga siap naik kelas calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

“Saya mendapat kepercayaan dari warga Jawa Barat yang diwakili Partai Nasdem untuk mencalonkan saya untuk mengikuti Jawa Barat gubernur periode pemilu 2018-2023, yang dengan itikad baik akan menang dengan cara yang baik,” kata Emil dalam pidatonya pada hari Minggu (2017/03/19).

Dia juga mengatakan ia lahir dan dibesarkan di keluarga pejuang. Dan dia sangat bangga.

“Saya berasal dari keluarga pejuang. Kakek saya Hizbullah panglima pejuang Darah Jawa Barat. Selalu di depan untuk membela NKRI hadir dalam saya sehari-hari. Saya bangga dilahirkan di negeri ini,” kata Emil.

Menurut dia, ada dua tugas utama seorang pemimpin saat ini, yang pertama adalah untuk membawa perubahan dari tidak ada menjadi ada, dan yang kedua adalah untuk mempercepat pengembangan yang sudah ada menjadi lebih cepat lagi.
“Harus lebih cepat, jika perlu, oleh melompat,” kata Emil.

Dia juga mengungkapkan sejumlah keberhasilan pada catatan saat memimpin Bandung tiga tahun terakhir, termasuk pencabutan kota Bandung dengan rapor merah ke kota dengan konsep kota pintar terbaik di Indonesia.

Sementara memimpin Emil Bandung mengaku telah menerima 225 penghargaan. “Man jadda wa jadda, di mana ada akan ada jalan,” kata Emil.

Dia menambahkan bahwa ia akan membuat birokrasi memihak pemerintah Jawa Barat sebagai wajah baru di masa depan. Langkah-langkah yang telah dilakukan selama ini dipimpin Bandung.

Tak ketinggalan, Emil dikutip puisi di sela-sela menyambut deklarasi di Bandung Lautan Api Monument Square.

“Tidak ada rasa sakit, berenang kemudian, deklarasi pertama Partai Nasdem, pihak lain mengapa begitu banyak pikiran,” kata Emil.

Pantun kata penutup pidato juga menerima tepuk tangan dari para kader dan simpatisan Nasdem hadir.

Tak ketinggalan Emil memuji partai politik etis yang dimpim Surya Paloh. “Saya mendukung Nasdem tanpa sepeser pun mas kawin,” kata Emil.
Menurut dia ini adalah langkah maju yang politi dunia Indonesia. Dia berharap wajah politik Indonesia di masa depan semakin santun dan jauh dari politik transaksional.

Deklarasi Partai Nasdem mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur di 2018 pemilihan Jabar tidak bersyarat. Ada kesepakatan antara Nasdem dengan pria yang akrab disapa Emil Kang sebelum deklarasi.

Ketua Partai Surya Paloh mengatakan, ada tiga kesepakatan pihak antara membawa Ridwan Kamil sebelum pemilihan Jabar 2018. Pertama, jika Kang Emil memenangkan pemilu, Provinsi Jawa Barat harus mampu menjadi benteng Pancasila.

“Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat nanti untuk bisa membuat Provinsi Jawa Barat sebagai benteng Pancasila, yang tetap menjaga martabat nilai-nilai nasional sepenuhnya, dengan semangat menjaga nilai-nilai pluralisme , pluralisme dalam praktek sehari-hari masyarakat Jawa Barat, “kata Surya dalam sambutannya di Tiananmen Tegalega, Bandung.

Kedua, Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat harus lebih fokus untuk mengelola semua kemampuan masyarakat Jabar, di mangantarkan Jabar peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Konsentrasi penuh untuk Partai Nasdem. Untuk itu Nasdem meminta Ridwan Kamil sekarang tidak begitu manapaun anggota partai, bukan anggota partai untuk menjadi gubernur, termasuk Partai Nasdem di pemilu yang membawanya Jabar,” kata Surya.

Perjanjian ketiga, Partai Nasdem berharap untuk Ridwan Kamil dalam menjalankan pemerintahan, bisa meningkatkah hasil pembangunan. “Sehingga menimbulkan partisipasi masyarakat dan rasa optimisme Jabar kuat terhadap pemilihan presiden tahun 2019, untuk mendukung calon presiden Jokowi belakang,” kata Surya.

“Tiga poin adalah apa yang ditawarkan oleh Ridwan Kamil Partai Nasdem. Itu sebabnya mulai dari hari ini menyatukan barisan kami di kader Nasdem Jabar, menyingsingkan lengan baju Anda dan diperkuat belt untuk menyambut pemilu 2018 dan membawa Ridwan Kamil,” lanjutnya.

Selain itu, Surya menekankan bahwa deklarasi dukungan Nasdem pada Ridwan Kamil tidak menggunakan mas kawin. Partai Nasdem sejak berdirinya berkomitmen untuk menghilangkan budaya mas kawin.

“Selamat kepada Ridwan Kamil untuk dideklariskan dipromosikan untuk menjadi calon gubernur dalam pemilihan Jabar Jabar 2018. Insya Allah, Allah memberkati kita semua, amin,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPW Jawa Barat Partai Nasdem Saan Mustopa mengatakan pihaknya memiliki alasan tersendiri dibawa Ridwan Kamil.

“Pertama ingin memberikan kesempatan kepada orang-orang pribumi Jawa Barat, generasi baru ini Kang Emil generasi muda, dan ingin tahu lebih dalam sosok Emil Kang,” kata Saan kepada Liputan6.com, Rabu 15 Maret, 2017.

Ia melanjutkan, alasan lain untuk Nasdem memilih walikota Ridwan Kamil Bandung dinilai memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi selama orang nomor satu di Kota Kembang.

“Ya karena Emil Kang juga berhasil di Bandung, inovatif dan pluralis. Dia sangat pluralistik,” kata Saan.

Saan juga mengatakan, Partai Nasdem menyatakan dukungannya kepada Ridwan Kamil awal dari pihak lain karena diberi waktu singkat untuk memperkenalkan calon gubernur di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Kan terbesar Jawa Barat selain juga orang-orang yang paling di Indonesia, jadi kami menyatakan dukungan awal untuk memperkenalkan Emil Kang,” kata Saan.

karena waktu provinsi juga tidak begitu cepat untuk memperkenalkan, nanti untuk komunikasi dengan pihak lain Kang Emil membiarkan saya membukanya, “tegasnya.

Ridwan Kamil hanya satu nama dari sekian banyak yang meramalkan pemilu akan meramaikan Jabar 2018. Dua nama lain sibuk bicarakan adalah Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dalam menanggapi deklarasi Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Mizwar Deddy mengatakan fenomena sebagai hal yang wajar, terutama dengan kondisi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi terpadat di Indonesia.

“Regular, di mana ada tokoh masyarakat momentum menentukan setiap lima tahun, itu adalah hal yang wajar,” katanya saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Minggu (19/03/2017).

Pria yang akrab disapa Demiz mengatakan, hal yang paling penting adalah orang bisa menjadi cerdas dalam pilihan dan dapat mempertahankan suasana aman dan damai.
“Yang penting orang lebih pintar memilihnya, atau rewel enggak gaduh kaya karena enggak beberapa tempat khusus,” kata Deddy.
Disinggung tentang pesta pencalonan, Deddy mengatakan bahwa sejauh ini ia telah berkomunikasi dengan banyak partai politik.

“Komunikasi dengan partai politik terus, partai memutuskan untuk tinggal karena bisa saja terjadi perubahan dan sebagai-sebagainya,” katanya.

Oleh karena itu, ia menganggap santai deklarasi yang dibuat Partai Nasdem untuk membawa walikota Bandung Ridwan Kamil untuk maju pada pemilihan Jabar 2018.
“Lihat sikap partai baru hari ini Nasdem, kanan lain belum, Nasdem baru. Masih ada sembilan (partai) lagi, secara alami saja. Jadi menikmati bagaimana menjemputnya dengan baik, elegan dan penuh berkah jadi santai,” kata Deddy.

Persaingan antara Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil membuat Lembaga Indeks Politica melakukan analisis mereka sendiri. Direktur Eksekutif Indeks Politica, Denny Charter menyebutkan nama-nama yang muncul sebagai kandidat pemilihan Jabar, Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi dianggap perhatian yang paling mengundang netizens.

“Pembicaraan terkait dengan pemilihan gubernur Jawa Barat hampir sama dengan pemilihan gubernur Jakarta yang telah memasuki putaran kedua,” katanya saat dihubungi, Jumat, 17 Maret, 2017.

Indeks Politica mencatat, Share of Voice Ridwan Kamil sebesar 33,74%, diikuti oleh 25,01% Dedi Mulyadi.

Distribusi berita di media online direkam dari kedua berimbang bahkan dihitung angka-angka untuk Ridwan Kamil 41,05% dan 31,83% untuk Dedi Mulyadi.

Kedua tokoh yang dianggap sukses membangun citra yang baik bagi daerah yang mereka pimpin. Dedi Mulyadi Purwakarta disebut berhasil membangun sebuah distrik seni, sementara Ridwan Kamil dipanggil untuk mengatur Bandung menjadi licin.
“Keduanya memiliki citra positif,” kata Denny.