Potret penyandang cacat hadiri wisuda putrinya ini bikin tersentuh

0
651

Bagi setiap orangtua, menyaksikan anaknya lulus kuliah merupakan hal yang membanggakan. Sama halnya bagi Alexandre Jose da Silva yang berasal dari Brasil yang merasa bangga karena putrinya Rosany Caetano, telah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi.

Alexandre Jose da Silva mendampingi putrinya saat acara wisuda di sekolah hukum Universitas Piaui State, Brasil. Alex yang didampingi oleh istrinya Maria terlihat sangat bahagia melihat putrinya lulus kuliah dengan nilai memuaskan.

Alex merupakan penyandang difabel dan tidak memiliki kedua kaki yang normal, dia berjalan dengan kedua tangannya bersama putrinya menuju panggung. Alex kehilangan kemampuan berjalan sejak usia 15 tahun. Dan sejak saat itu, tulang belakangnya mengalami masalah sehingga kedua kakinya tidak bisa tumbuh dengan normal. Walaupun kondisi nya seperti itu, dia dapat menemukan belahan jiwanya dan dikaruniai 11 anak. Tapi, hanya tiga yang masih hidup termasuk Rosany.

Disaksikan oleh ribuan wisudawan dan wisudawati serta orangtua mereka, momen Alex mendampingi Rosany sangat mengharukan. Tepuk tangan yang meriah diberikan oleh para undangan untuk keluarga Rosany.

Rosany menangis saat melihat ayahnya dan banyak orang yang memuji keluarganya. Dan tamu undangan merasa sangat bangga dengan Rosany karena dia sudah belajar keras untuk orangtuanya dan salut atas dukungan orangtuanya kepadanya.

Rosany mengatakan, jika ayahnya sering mengeluh sakit jika menggunakan tangannya untuk berjalan. Hal itulah yang mendorong Rosany untuk terus belajar dengan giat sampai mendapatkan gelar sarjana. Dan berkat usaha kerasnya dan juga dukungan ayahnya, Rosany telah berhasil membuktikan jika dia mampu menyelesaikan studinya dengan nilai yang memuaskan.

“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa untuk meminta kedua orang tua saya mendampingi saya saat upacara wisuda. Hal ini sangat menyentuh hati dan emosional karena sudah lama saya bermimpi membuat mereka bangga pada saya. Mereka adalah inspirasi saya untuk menggapai ini semua. Selama lima tahun belajar, mereka lah yang menanamkan tekad untuk sukses dan semangat juang yang menolak menyerah,” terang Rosany.