Pertarungan langka, lipan raksasa memangsa seekor ular

0
267

Tim ahli biologi dari Stasiun Penelitian Lingkungan Sakaerat Thailand menemukan sebuah pertarungan langka antara lipan raksasa yang banyak ditemukan di Asia Tenggara dan ular berkepala hitam segitiga.

Para ahli biologi percaya jika kejadian ini bersifat oportunistik karena ular bukan makanan pokok dari lipan. Dan tindakan lipan ini yang memangsa ular juga dapat bilang cukup langka.

“Saat Lipan itu ditemukan telah membungkus seluruh tubuh ular yang tertangkap ketika sedang bertelur. Tiga telur sudah dikeluarkan, namun dua lainnya sepertinya masih berada di dalam tubuhnya. Dan kondisi ini menyebabkan posisi lipan yang lebih beruntung karena ular betina ini tidak dapat melarikan diri,” tulis para peneliti.

Seekor ular betina berada dalam posisi rentan selama proses bertelur, sehingga lipan memilih untuk menyerang pada saat yang sangat oportunistik, dan memanfaatkan situasi di mana ular tidak dapat melarikan diri. Dan untuk mengamankan mangsanya, lipan menggunakan kakinya seperti cakar dan menusukkan bisa ke mangsanya dengan senjata khas lipan yang disebut dengan forcipelus.

Para ilmuwan menyimpulkan jika berdasarkan dari pengamatan dan laporan sebelumnya dalam literatur, kemungkinan lipan ini memakan vertebrata lebih sering dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut cukup masuk akal karena nilai nutrisi yang didapatkan lipan dari ular atau katak dapat berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan kumbang atau jangkrik.

Dan dalam kejadian yang terpisah, sebenarnya ular juga pernah memangsa lipan. Tetapi, kejadian tersebut berakhir tragis. Dalam jurnal Ecologica Montenegrina, lipan yang telah dilahap tidak begitu saja menyerah. Hewan berkaki banyak tersebut menggerogoti tubuh ular dari dalam dan berusaha untuk keluar.