Pendaki Asal Tegal Jatuh ke Jurang di Gunung Slamet

0
148

Seorang pendaki dilaporkan terjatuh ke dalam jurang saat turun dari puncak Gunung Slamet.

“Tim SAR gabungan sudah menyiapkan diri dan telah berada di puncak Gunung Slamet, yakni Pos 7 dan Plawangan),” kata Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Heriyana Candra, saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu malam, 9 Juli 2017, dilansir Antara.

Tim sudah berusaha untuk mengevakuasi pendaki tersebut sejak kemarin. Tetapi hingga pukul 21.00 WIB, cuaca di jalur pendakian Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, yang fluktuatif menjadi sebuah pertimbangan. Cuaca di lokasi berubah-ubah, kadang hujan, kadang reda, bahkan berkabut.

Tim SAR pun telah menyiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan di lokasi khususnya peralatan pertolongan vertikal yang sudah disiapkan, mengingat kondisi medan yang sangat sulit dan sangat berisiko tinggi.

Heri juga menerangkan bahwa berdasarkan kesaksian Angga, salah seorang pendaki asal Jakarta itu diketahui bernama Makfud (17) terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 20 meter pada pukul 07.00 WIB pada Sabtu, 8 Juli 2017, saat hendak menuju Pos 9.

Angga dan teman-teman terpaksa meninggalkan pendaki itu sendirian setelah menunggu cukup lama hingga pukul 13.30 WIB karena hari makin sore.

Angga dan teman-temannya berusaha mencari rombongan pendaki lain di Pos 9, Pos 8, dan Pos 7 akan tetapi tidak ketemu sehingga mereka pun memutuskan untuk segera turun ke Pos Pendakian Bambangan dan melaporkan kejadian itu.

“Korban atas nama Makfud merupakan santri Pondok Pesantren Al Falah, Babakan, Kabupaten Tegal. Dia mendaki Gunung Slamet bersama 28 temannya,” kata Candra.

Dan setelah menerima informasi tersebut, tiga personel SAR Purbalingga langsung berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 10.00 WIB kemarin, dan disusul tiga personel lain.

Saat sampai di lokasi, personel SAR Purbalingga mencoba menjangkau pendaki itu . Namun dikarenakan medan yang cukup sulit dan kekurangan peralatan juga kurang nya personel menyebabkan korban belum bisa untuk dievakuasi tadi sore (Minggu),” kata Heri.