Penculikan Dengan Modus Pura-Pura Gila

0
183

warungjudiindonesia.com – Sejak beberapa hari terakhir, warga Depok membuat adegan dengan pesan berantai berita (broadcast) yang menyebutkan penculik mereka mengintai pelaku kawanan anak di bawah umur di wilayah Cipayung. Para pelaku disebut-sebut meluncurkan modus tindakan dengan berpura-pura menjadi kurang waras.
Kasat Reksrim Depok Polisi, Komisaris Teguh Nugroho membantah keras adanya kasus tersebut dan pastikan jika kabar yang beredar tidak benar. “Yang benar adalah, ada seorang wanita yang dituduh mencuri. Dai telah kami dijamin, atas nama warga Nopita Citra Jakarta. Tapi setelah pemeriksaan ternyata dia adalah korban, dan dia tidak mencuri,” kata Teguh ketika dikonfirmasi VIVA.co.id, Selasa, September 27, 2016.

Teguh menjelaskan, kejadian bermula saat Citra naik sepeda motor dari stasiun Citayam dengan tujuan Kampung Benda, Cipayung Depok. Ia berniat untuk menemukan alamat ayahnya di desa. Tiba di lokasi tujuan, sepeda motor Citra membayar Rp50 ribu, dari total ditagih mencapai Rp80 ribu.

“Selain itu, seorang tukang ojek meminta telepon yang bersangkutan, tapi dia tidak ingin meninggalkan, takut tukang ojek, perempuan berinisial C dan kemudian berlari ke pemakaman di Kampung Benda,” katanya.

Selanjutnya, kata Teguh, karena takut dan panik, wanita muda itu berganti pakaian di gaun merah yang awalnya diganti dengan kemeja motif floral, berharap agar tidak dikenali oleh seorang tukang ojek sebelumnya.

“Tapi ketika C keluar dari kubur, adalah seorang tukang ojek masih mengenalinya dan langsung berteriak maling. Tu mendengar teriakan warga yang kemudian bergabung dikepung dan membawanya ke ketua Rw 06. Untuk alasan keamanan C, kemudian ia diantar ke Polisi Pancoran Mas, “kata Kepala Bidang Humas Polda Depok, AKP Firdhaus.

Atas kejadian ini, polisi meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya isu atau berita yang sering beredar melalui media sosial. “Jangan mudah terpengaruh, bukan disayangkan jika dia tidak bersalah. Haruskah kita lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Firdhaus.

Berikut adalah isi dari pesan berantai yang membuat warga resah:
Bagi teman-teman yang memiliki anak di Sub peringatan Cipayung hanya ketangkep tiga penculik anak-anak kecil. Incerannya 12 dan di bawah. Setelah interogasi dengan aparat desa Rt dan Rw penculik mengklaim ada 80 orang yang tersebar di Depok dengan modus menjadi barang gila atau tukang, tangannya melilit kain kafan. Ketika anak-anak dan orang tua korban di dab akan lupa, akan mematuhi penculik dan jika diminta tidak akan terlihat dengan mata telanjang karena ia menggunakan ilmu (ilmu hitam). Membungkus tangannya di kain kafan. Jadi selalu waspada untuk menjaga anak.