Orangtua Ini Tega Merantai Leher Anak Kandungnya Sendiri, Kira Kira Apa Ya Alasannya?

0
2063

Orangtua merupakan sosok yang harusnya bisa menjadi panutan bagi anak-anak mereka. Anak-anak tentunya akan melihat dan mencontoh tingkah laku dari orangtua mereka sendiri. Bukan hanya itu saja, sepantasnya orangtua bisa menjadi tempat menampung segala keluh kesah sang anak. Namun bagaimana jadinya, jika orangtua tidak memberikan peran tersebut?

Salah seorang orangtua di Filipina tega melakukan perilaku yang seharusnya tidak boleh ditunjukkan kepada sang anak. orangtua itu tega memasangkan rantai dan sebuah borgol kepada sang anak. Rantai tersebut kemudian dipasangkan di leher anaknya. Jika kita hanya melihat sekilas, perilaku orangtua ini sangatlah tidak wajar dan cenderung menyakiti anaknya sendiri.

Foto anak laki-laki dengan rantai di lehernya ini kemudian menjadi viral di media sosial. Setelah foto ini diunggah oleh sebuah laman Facebook Matalinong Matsing.

Dan banyak yang menilai aksi orangtua tersebut terhadap anaknya ini sungguh kejam. Kendati demikian, setelah ditelusuri lebih dalam ternyata ada penyebab mengapa orangtuanya tega melakukan hal itu kepada anaknya sendiri.

Orangtua tersebut mengaku merantai leher sang anak dengan borgol bukan tanpa alasan. Ternyata ia tega melakukan hal tersebut lantaran sang anak dinilai telah melakukan perbuatan nakal yang tidak terpuji. Karena sang anak telah dituduh telah mencuri sebuah barang milik tetangganya sendiri.

Karena Orangtua itu ingin memberikan sebuah pelajaran dan efek jera pada sang anak sehingga ia kemudian memasang rantai borgol di leher sang anak.

Orangtua ini menilai sang anak memiliki perilaku yang paling buruk di antara anak mereka lainnya. Maka orangtua itupun memberikan hukuman borgol rantai tersebut.

Bagi netizen yang melihat postingan tersebut, aksi orangtua ini dapat menimbulkan pro dan kontra. Ada netizen yang merasa geram dan marah, hingga mengutuk aksi yang dilakukan orangtua tersebut dalam memperlakukan sang anak.

Bahkan Tak sedikit netizen yang merasa simpati dengan kejadian yang dialami sang anak dengan rantai dan borgol yang terpasang di lehernya.

Tentunya kisah ini tak pantas untuk ditiru, sebaiknya para orangtua bisa lebih bijak saat akan memutuskan memberikan hukuman kapada anaknya sebagai bentuk pelajaran.