Miris Banget..!! Seorang Pelajar Tewas Setelah Dipukul Debt Collector Hanya Gara Gara Telat Bayar Angsuran Kredit Motor

0
162

Lagi lagi kisah memilukan terjadi kembali di sekitar kita, kabar ini dating dari sebuah daerah di Mojokerto. Seorang pelajar tewas setelah dianiaya seorang debt colletor gara gara telat saat membayar angsuran sepeda motornya.

Sungguh naas nasib yang dialami oleh Edwin Sahroni seorang pelajar SMKN 2 Mojokerto, yang masih berusia 17 tahun, Edwin mejadi korban penganiayaan beberapa orang debt collector motor hingga tewas.

Menurut pihak kepolisian kejadian penganiayaan itu bermula karna Edwin telat 1 hari membayar pelunasan angsuran kredit dari tanggal jatuh tempo yang sudah dipastikan pada tiap bulannya, dan berdasarkan info di TKP pihak kepolisian Mojokerto berhasil menangkap 2 orang pelaku pemukulan Edwin yang diketahui bekerja sebagai debt collector.

Penganiayaan sadis itu dilakukan saat Edwin melintasi jalan yang sepi menuju arah pulang kerumahnya setelah ia bersekolah, menurut keterangan di sekitar lokasi kejadian penganiayaan Edwin dilakukan oleh 6 orang pelaku. Kini polisi sudah berhasil mengamankan 2 orang pelaku pemukulan sadis itu, dan tengah memburu 4 pelaku tersangka pemukulan Edwin yang identitasnya sudah dikantongi oleh pihak kepolisian Mojokerto.

Menurut pengakuan para tersangka awalnya mereka menarik sepeda motor Edwin dari belakang kemudian saat Edwin terjatuh para tersangka lainnya menghampiri Edwin lalu memukul den menendangnya hingga tewas di tempat, setelah dilakukan autopsi di rumah sakit setempat terdapat retak pada tulang dada Edwin akibat pemukulan sadis para tersangka.

Pihak kepolisian Mojokerto menghimbau sebaiknya para petugas debt collector memiliki prosedur atau aturan sebelum melakukan pemukulan kepada seorang nasabah mereka yang telat membayar angsuran kredit, bisa juga melaporkan kepada pihak berwajib sebelum melakukan penagihan diseratai kekerasan kepada para nasabahnya yang membandel.

Kini orangtua dari Edwin merasa terpukul karena kehilangan anak mereka untuk selamanya yang masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan di Mojokerto, pihak keluarga berharap agar para tersangka pelaku pemukulan Edwin dapat tertangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.