Marah suami tak angkat telepon, wanita ini tega menggantung balitanya

0
476

Seorang ibu sudah seharusnya melindungi dan menjaga anak-anaknya dari bahaya apapun. Namun apa yang telah dilakukan oleh seorang ibu dari Thailand ini tidak pantas untuk dicontoh. Dia bukan nya menyayangi dan merawat anaknya dengan baik justru dia malah menggantung dan menyiksa anaknya.

Sebuah video yang memperlihatkan aksi kejam sang ibu yang menggantungkan bayinya yang berusia 22 bulan ini viral di media social dan aksi tersebut menuai banyak kecaman dari publik.

Menurut Oriental Daily wanita itu melakukan hal gila ini karena dia marah kepada suaminya yang tidak mengangkat telepon darinya. Di video yang berdurasi lebih dari satu menit ini, dia terlihat sangat marah dan menuntut suaminya untuk kembali dan merawat anak mereka.

Karena merasa kesal dan marah, kemudian wanita itu mengambil anaknya dari tempat tidur dan mengikatkan tali di lehernya sambil berkata dan menuntut suaminya untuk menjawab teleponnya. Lalu dia mengangkat anaknya setinggi bahu dan menggantungkan anak itu di udara sekitar tujuh detik, kemudian dia melepaskan bayinya dan membuangnya ke kasur didekatnya.

Bayi tersebut terlihat menjerit dan menangis saat sang ibu menghadapkan kamera ke arahnya. Kemudian dia mengatakan kepada suaminya jika anak mereka hanya hidup karena dia membiarkan dia hidup. Dan wanita ini mengancam, jika dia masih belum menjemput anaknya atau menjawab teleponnya, dia akan membunuh anak tersebut saat dia stres dan menjadi gila.

Nenek laki-laki itu melihat video tersebut dan kemudian meminta bantuan karena dia takut akan terjadi sesuatu hal yang buruk pada cucunya. Lalu pihak berwenang datang ke rumah wanita itu di Lat Krabang, Bangkok untuk menyelamatkan anak tersebut dan untungnya saja balita itu tidak terluka.

Dilaporkan jika balita itu akhirnya diambil dari ibunya. Dan setelah si ibu tenang, dia mengatakan dalam sebuah konferensi pers jika dia menyesali perbuatannya. Dia terdorong untuk melakukannya karena dia menduga suaminya berselingkuh dan dia merasa tertekan.