Lamar gadis pakai uang Rp 12 juta, nasib pria ini berujung tragis

0
279

Jika berkenalan dengan orang baru itu memang sangat menyenangkan. Tetapi sebaiknya jangan mudah percaya begitu saja. Apalagi jika akhirnya merugikan diri kita sendiri.

Seperti yang dirasakan oleh seorang pria yang berasal dari Thailand yang bernama Boonchuay Moontham. Pada awalnya dia merasa senang setelah berkenalan dengan seorang gadis cantik dan langsung jatuh cinta, tetapi ternyata dia justru mengalami nasib yang apes.

Boonchuay Moontham adalah seorang karyawan pabrik. Pada suatu hari, dia bertemu dengan gadis yang bernama Arisa di daerah Nava Noakorn, Thailand. Moontham langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Arisa. Dan tidak mau menunggu lama, dia lalu mengajak Arisa berkenalan dan pergi kencan. Semenjak itu lah, mereka saling bertemu dan kemudian Arisa mengenalkan Moontham kepada orang tuanya. Sepertinya Arisa tidak mau berlama-lama untuk menjalin hubungan dengan Moontham.

Dan kemudian keluarganya membuat sebuah permintaan yang sangat mengejutkan kepada Moontham. Untuk membuktikan jika Moontham serius dengan hubungan itu, dia diminta untuk melamar Arisa.

“Saya menawarkan uang sekitar Rp 8 juta, namun ibunya menginginkan uang sekitar Rp 20 juta. Jadi saya menerima tetapi akhirnya hanya menarik uang sekitar Rp 12 juta dari rekening bank milik saya. Dan kami akhirnya bertunangan,” kata Moontham.

Tetapi siapa sangka, tepat sehari setelah bertunangan, sikap Arisa berubah. Dia tidak pernah muncul lagi dan berbicara kepada Moontham melalui telepon atau chatting. Padahal Moontham telah dijanjikan oleh keluarga Arisa jika dia dapat pindah ke rumah mereka setelah pertunangan namun itu hanyalah sebuah isapan jempol belaka.

Dan lama kelamaan Arisa mulai tidak ada kabar. Dia diketahui pergi untuk meninggalkan Moontham bersama dengan uang yang sudah dia berikan.

Walaupun merasa sakit hati, Moontham lalu mengajukan sebuah laporan ke polisi setempat. Dan polisi sedang berusaha untuk menemukan keberadaan Arisa dan juga berbicara kepada ibunya untuk memfasilitasi penyelidikan.