Kisah tragis wanita yang disiram alkohol & dibakar suaminya

0
356

Guicui, gadis berusia 27 tahun, sudah kehilangan kepercayaan dalam pernikahan setelah menderita kekerasan dalam rumah tangga selama bertahun-tahun. Sang suami, Li Rui menyiramkan etanol ke wajah Guicui lalu menyalakan api. Kejadian tersebut terjadi di Kunming, provinsi Yunnan.

Wanita itu menderita luka bakar yang serius di hampir seluruh anggota badannya. Otentikasi yudisial menunjukkan jika cedera yang dia alami merupakan kecacatan tingkat tiga. Bukannya merasa menyesal, Rui justru mengancam Guicui supaya tidak memberi tahu siapapun atas apa yang sudah dia lakukan.

Setelah kejadian tersebut, luka bakar yang dialami oleh Guicui tidak kunjung pulih dan menunjukkan tanda-tanda peradangan. Tetapi, dalam keadaan ini, Rui justru semakin menghalanginya untuk berhubungan dengan keluarga dan teman-temannya.

Tidak sampai 48 hari usai kejadian itu, Guicui diam-diam memberitahu temannya Chen Yuanyuan. Kemudian Yuanyuan memanggil polisi dan mereka tiba di rumah Rui.

Rui mencoba untuk mencegah polisi memasuki rumah. Tetapi, karena keterlambatan dalam melaporkan kasus yang telah dialami oleh Guicui, polisi tidak dapat mengumpulkan bukti pada waktu yang tepat.

Kemudian ibu Guicui membawa putrinya kembali ke provinsi Guizhou. Saat itu kondisi Guicui terlalu lemah, beratnya kurang dari 40 kilogram. Lalu ibu Guicui membuat beberapa keputusan. Dia mengumpulkan uang untuk membayar operasi perbaikan bekas luka Guicui dan bersiap untuk pergi ke pengadilan.

Tetapi upaya Guicui dan sang ibu menuju pengadilan menghadapi pertarungan hukum yang cukup sulit. Karena banyak bukti yang sudah hilang dan Guicui hanya memiliki beberapa video yang direkam secara diam-diam.

Sedangkan, Guicui mencoba untuk menjalani kehidupan yang relatif normal, dia bekerja di studio fotonya dan menerima bekas luka penyiksaan mantan pacarnya. Undang-undang kekerasan dalam rumah tangga di China mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2016. Undang-undang tersebut memperluas definisi kekerasan dalam rumah tangga dan memperkenalkan berbagai tindakan untuk mencegah terjadinya kekerasan, merawat korban, dan menghukum pelaku.