Kenalin doktor termuda Indonesia dari ITB, usianya baru 24 tahun

0
185

Grandprix Thomryes Marth Kadja adalah seorang mahasiswa S3 Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), telah resmi mendapatkan sebuah gelar doktor usai dirinya berhasil mempertahankan disertasinya pada Sidang Terbuka Sekolah Pasca Sarjana FMIPA ITB. Grandprix mengangkat topik riset disertasinya ‘zeolite sintesis, mekanisme, dan peningkatan hierarki zeolit ZSM-5’.

Dia lulus dengan predikat cumlaude dan tercatat telah memecahkan rekor MURI sebagai pemegang gelar doktor yang termuda di Indonesia dengan usia nya saat ini 24 tahun. Dan selama menjalankan Studi S3 nya di ITB, pria kelahiran 31 Maret 1993 di Kupang, Nusa Tenggara Timur tersebut telah melakukan sebuah penelitian secara penuh di bawah bimbingan Dr Rino Mukti, Dr. Veinardi Suendo, Prof Ismunandar, dan Dr I Nyoman Marsih sebagai promotornya. Grandprix mengatakan, jika garis besar dari penelitiannya tersebut adalah fokus pada material-material yang digunakan di industri seperti petrokimia dan pengolahan biomassa.

Grandprix adalah seorang Sarjana Unggul lulusan S1 Kimia Universitas Indonesia, dan telah mengikuti Program PMDSU Kemenristekdikti pada program studi yang sama di ITB. Setelah lulus magister pada tahun 2015, kemudian Grandprix telah sembilan kali mengeluarkan publikasi seminar yang berskala Internasional.

Dulunya Grandprix masuk SD pada usia 5 tahun dan lanjut ke kelas akselerasi di SMA sampai usianya ketika masuk kuliah S1 adalah 16 tahun. Dan lulus S1 pada usia 19 tahun, kemudian melanjutkan S2 dengan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti.