Karena tak naik kelas, seorang siswa tega aniaya sang guru hingga kepalanya benjol

0
93

Dunia pendidikan kembali tercoreng, setelah seorang guru menjadi korban penganiayaan oleh sang murid yang merasa marah karena tak naik kelas.

Insiden tersebut terjadi pada 17 Juni 2017 lalu, di sebuah ruang kelas SMA Negeri 1 Kubu, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Sang guru yang mendapat pemukulan di dahinya hingga benjol, diketahui bernama Puji Rahayu yang merupakan seorang guru honorer dan ia juga mengajar mata pelajaran Sosiologi di sekolah tersebut.

Insiden pemukulan tersebut bermula saat sang murid yang diketahui berinisial EMY dan saat ini sudah berusia 20 tahun, ia nekad memukul dahi sang guru karena merasa kecewa dan tidak terima karena sang guru memberikan nilai rendah pada mata pelajaran Sosiologi. Dan menganggap hal itu yang mengakibatkan murid tersebut tidak dapat naik kelas.

Dengan segera EMY mendatangi guru tersebut dengan penuh rasa marah, dan sempat melemparkan sebuah bangku kayu kepada guru tersebut namun sang guru berhasil mengelak. Kemudian EMY nekad meninju dahi sang guru tersebut hingga terdapat benjol dan memar.

Kemudian insiden tersebut dilaporkan pihak sekolah kepada pihak kepolisian Sektor Kubu agar di tindak lanjuti dan tidak terulang kembali hingga memberikan sebuah efek jera kepada siswa yang nakal dan berani berbuat kasar terhadap sang guru.

Dari lokasi kejadian, Petuga embawa beberapa barang bukti seperti selembar baju bermotif batik berlengan panjang dan sebuah kursi bangku yang sempat dilemparkan EMY ke[ada sang guru.

Akibat perbuatannya EMY dijerat dengan tuduhan penganiayaan dan diancam hukuman kurungan penjara selama 2 tahun 8 bulan.