Kampus ini bikin pembatas mahasiswa ‘kaya dan miskin’ saat wisuda, duh

0
126

Salah satu perguruan tinggi di Meksiko baru-baru ini menggelar sebuah acara wisuda dengan menggunakan taktik yang sama dengan niat Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko.

Pihak kampus ini mendirikan sebuah tembok tinggi untuk memisahkan antara mahasiswa yang sanggup membayar biaya wisuda dan mereka yang tak sanggup membayar.

Dan foto-foto suasana acara wisuda dengan adanya tembok pemisah itu kemudian tersebar di media sosial dan memicu perdebatan.

Netizen menganggap cara tersebut sangat diskriminatif dan ada pula yang menyebutkan jika adanya tembok tersebut dapat menjaga mahasiswa dan keluarga mereka yang memang tidak ingin membayar dan hanya ingin makan gratis saja.

Dan pihak kampus pun menanggapai kritikan netizen melalui media sosial, bahwa mereka telah menyerahkan tanggung jawab acara tersebut kepada pihak party organizer bernama ‘Colegio de Bachilleres’.

Lalu selain adanya tembok tinggi, ternyata mahasiswa yang telah membayar biaya perpisahan akan diberikan sebuah gelang yang akan digunakan sebagai akses masuk ke acara wisuda dan duduk di kursi mewah. Dan bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar akan ditempatkan pada bagian belakang tembok kayu dan duduk di deretan kursi lipat. Dan mereka hanya bisa duduk sambil mendengarkan tamu dari balik dinding kayu sedang bersenang-senang , karena tembok kayu tersebut sangat tinggi.

Dan setelah foto-foto tersebut menjadi viral , Komisi Hak Asasi Manusia Quintana Roo telah menerima beberapa keluhan tentang hal tersebut dan diminta untuk menjelaskan tindakan diskriminasi itu.

“Mereka (pihak kampus) mengatakan jika semua ini adalah salah perusahaan pengelola pesta, namun seharusnya mereka tidak membiarkan tindakan ini terjadi, ini jelas sebuah diskriminasi,” kata anggota tim investigasi, Harley Sosa Guillen.