Jual jasa antre makanan, bocah 15 tahun ini untung jutaan rupiah

0
126

Terjun di dalam dunia yang memiliki mobilitas tinggi membuat sebagian orang memilih untuk melakukan hal-hal yang instan. Dan apa pun itu segala sesuatunya ingin menjadi mudah dan segera mungkin untuk mendapatkannya. Seperti contoh nya walaupun hanya untuk sekedar memesan sebuah makanan banyak orang yang sangat enggan menunggu atau pun mengantre.

Dan saat melihat kejadian yang seperti ini ada seorang bocah yang berusia 15 tahun menjadikan hal tersebut sebagai sebuah profesi. Bocah yang berasal dari Texas ini bernama Desmond Roldan , dia membuka jasa antre karena dia melihat orang-orang yang dilingkungan rumahnya itu malas untuk mengantri makanan selama berjam-jam.

Bocah yang berkacamata ini diketahui mulai membuka bisnis jasa pengantre makanan ini, semenjak ia berusia 13 tahun. Selain diri nya menawarkan jasa antre makanan, Desmond pun disebutkan juga menawarkan sebuah jasa konsultan untuk memberikan sebuah tips dan trik di dalam mengantre makanan di tempat-tempat yang sangat ramai di Texas seperti contoh nya kedai BBQ. Dirinya membuka jasa konsultan ini dengan menarik donasi untuk sebuah yayasan penyelamatan anjing terlantar Austin Dog Rescue sebagai barter atas upah konsultasinya tersebut.

Sampai saat ini, Desmond sendiri bisa dibilang sudah sangat sukses di dalam menjalankan bisnis uniknya tersebut. Karena, dengan menjadi seorang pengantre makanan profesional diri nya disebut sampai saat ini dia telah meraih penghasilan dengan total USD20.000 atau sekira Rp 266 juta! Jadi di usia nya yang masih belia ini , ia sudah mampu untuk membeli mobil sendiri bahkan menabung untuk biaya masuk perguruan tinggi nya nanti.

Saat mengantre di sebuah kedai makanan yang ternama, di mana dia bisa menghabiskan waktu selama 5 sampai 6 jam hanya untuk mendapatkan pesanannya tersebut. Desmond mengaku supaya dia tidak menjadi bosan dan membuang waktu nya saat menunggu, dia biasanya sambil menyelesaikan PR dari sekolahnya, sampai bermain games di handphone.

Meski pun merasa lelah dengan mengantre makanan selama berjam-jam itu, remaja yang satu ini mengaku jika dirinya selalu bekerja secara profesional dengan tidak pernah sekali pun untuk menyentuh makanan pesanan kliennya.