Jalani diet ketat, bocah ini alami kebutaan sebab kekurangan vitamin A

0
323

Untuk menerapkan pola diet dengan gizi yang seimbang kebutuhan vitamin A harus terpenuhi dengan baik. Karena pola diet yang dilakukan asal-asalan dan tidak seimbang dapat menyebabkan risiko kesehatan yang serius.

Ada sebuah kasus seorang anak laki-laki yang berusia 11 tahun yang kehilangan penglihatan karena diet ketat. Penyebabnya karena kurangnya vitamin A.

Mata kering, rabun senja, kepekaan terhadap cahaya dan peningkatan kehilangan penglihatan. Hingga pada tingkat keparahan ketika dia mengunjungi Rumah Sakit Anak di Toronto, dia hanya dapat melihat gerakan tangan maksimal 30 sentimeter dari tubuhnya.

Masalah itu semakin parah karena dia menderita eksim dan juga beberapa alergi makanan, yang berarti diet nya sangat terbatas.

Dari makanan yang dia makan tidak ada yang mengandung vitamin A, yang sangat penting untuk penglihatan mata. Sel fotoreseptor di mata bergantung pada vitamin A untuk mendeteksi cahaya, dan menjaga kornea tetap lembab dan terlindungi.

Dan kondisi mata anak itu sangat kering dan memiliki keratinised patch dengan penampilan berbusa kering. Kondisi ini disebut bercak bitot, yaitu gejala khas kekurangan vitamin A.

Saat dokter menguji anak laki-laki itu, kadar vitamin A-nya sangat rendah yaitu – 14,33 mikrogram per desiliter. Sedangkan normalnya adalah 25,79-48,71 mikrogram per desiliter.

Untuk merawat anak tersebut, para dokter mengelola tiga megados vitamin A dari 200.000 unit internasional masing-masing. Dua yang pertama diberikan pada dua hari pertama usai diagnosis dan dosis ketiga diberikan dua minggu kemudian.

Setelah enam minggu, penglihatan anak laki-laki tersebut meningkat menjadi 20/800 di kedua matanya dan kekeringan dan noda Bitot pun sudah hilang. Tetapi, 20/800 masih sesuai dengan kategori buta kalau tidak dapat diperbaiki lebih baik dari 20/200 dengan kacamata. Dan dia mungkin tidak akan pernah untuk sembuh total.