Isu Penculikan Anak Menyebabkan Keresahan di Masyarakat

0
785

Warungjudiindonesia.com – Isu penculikan anak menyebabkan keresahan di masyarakat. Masalah juga mengakibatkan banyak orang tak bersalah menjadi korban salah tangkap dan amuk massa.

“Orang-orang seharusnya tidak terprovokasi. Seperti disampaikan kapolda, sebagai akibat dari masalah ini, terlalu overprotective melindungi keluarganya. Memang, kita harus melindungi keluarga, tapi jangan terlalu berlebihan. Oleh karena itu, orang tidak percaya rumor, “kata Kepala Humas Kombes Pol Frans barung Mangera mengatakan kepada AFP, Jumat (2017/03/24).

Dari informasi yang dikumpulkan oleh AFP, banyak kejadian yang tidak menyebabkan korban pada orang dianggap penculikan. Seperti kasus orang gila yang dipukuli sampai massa berdarah, karena dia pikir dari para pelaku di Sampang, Madura, Senin 21 Maret, 2017.

Kemudian di Bangkalan, penjual tutup meteran listrik, M Turi (45) warga Jrengik Sampang, dijamin warga Kokop, seperti berteriak pada pelaku penculikan anak, pada Selasa 21 Maret, 2017.

Kemudian pada 11 Januari, 2017, Polisi Bangkalan Blega mengamankan seorang wanita dari Jrengik, Sampang. Wanita itu berpikir para penculik anak, menjadi warga negara dijamin. Petugas Satuan Polisi Kriminal Blega membawa wanita ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, dan pengamatan selama dua minggu, dinyatakan positif gila.

Kemudian pada 18 Maret, 2017, seorang wanita dari Batu Sumberejo dijamin, karena karena dianggap sebagai pelaku penculikan anak dan petugas Polres membawa Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Setelah mempertanyakan, wanita itu tidak pernah menderita kejang dan telah pulih. Kemudian pada tanggal 19 Maret 2017, ia mengambil keluarganya dan dibawa kembali ke Batu.

Sementara di Surabaya, seorang wanita dituduh menculik pada SDN akan melakukan Mojo I, Kamis (24/3) kemarin. Tapi dugaan penculikan tidak terbukti. Wanita itu ternyata menjadi gelandangan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, tidak mengambil tindakan sendiri. Jangan percaya isu tersebut. Akibatnya, itu yang diinginkan oleh masalah diffuser, sehingga ada ketidakstabilan sosial dalam masyarakat. Orang-orang telah menjadi takut, cemas tentang apa yang terjadi di wilayah tersebut. Jadi semua orang datang selalu curiga,

Akhirnya orang melakukan tindakan seperti di Sampang, “katanya.
Barung meminta masyarakat, jika Anda menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera melaporkan ke polisi sebagai Babhinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat.

“Jika ada yang mencurigakan, meminta pertama yang Babhinkamtibmas, aparat desa atau desa, tokoh agama, tokoh masyarakat. Jangan bermain ke tangan mereka. Itulah yang kami menyesal, mengapa main hakim sendiri, tidak mengontrol dan memeriksa terlebih dahulu,” katanya.