Gara-gara Sengketa, Sekeluarga di Medan Dibakar

0
172

Warungjudiindonesia.com – Dua pembunuhan sadis terhadap satu keluarga telah terjadi di Medan dalam waktu yang hanya sepekan. Selain dari aksi Andi Lala yang telah membunuh 5 orang di Mabar, ada juga yang terjadi dengan pembunuhan 4 orang sekeluarga yang terjadi di Medan Tuntungan.

Para pelaku yang telah membunuh satu keluarga yang tinggal di Jalan Rel, Lingkungan I, Sidomulyo, itu tekah dibunuh dengan cara membakar rumah mereka pada hari Rabu (5/4) dini hari. Empat orang yang telah tewas dalam kejadian itu seorang wanita bersama dengan putra dan juga 2 cucunya.

“Korban yang telah meninggal dunia yaitu Marita Br Sinuhaji (57), kemudian putranya Frengki Riza Ginting (25), dan juga dua putri dari Frengki, yaitu Kristin Br Ginting (8) dan juga Selvi Br Ginting (5),” kata dari Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, pada hari Selasa (18/4).

Empat korban yang tewas karena asfiksia atau mati lemas akibat dari mengirup karbon dioksida (CO2). Mereka yang terjebak saat rumahnya dibakar.

Lima tersangka pelaku pembakaran sudah tertangkap. Dua di antaranya merupakan perencana atau orang yang menyuruh.

Dua orang yang telah disangka sebagai perencana dari pembakaran yaitu Jaya Mita Br Ginting (50), warga dari Jalan Bunga Turi, Sidomulyo, Medan Tuntungan, dan juga Cari Muli Br Ginting (64), warga dari Jalan Jamin Ginting Km 14,5, Lau Cih, Medan Tuntungan.

Dua tersangka eksekutor pembakaran itu juga sudah diringkus. Keduanya yaitu Maju Suranta Siallagan alias Maju Ginting (37), warga Kompleks Perumahan Milala, Namo Bintang, Medan Tuntungan; Rudi Suranta Ginting (23), warga Kampung Lau Cih, Pancur Batu, Deli Serdang.

Pembunuhan ini yang memang bermotif dendam karena sengketa jual beli rumah antara Jaya Mita Br Ginting dengan keluarga dari korban. Pihak dari keluarga korban tidak mau untuk melunasi ganti rugi rumah dari Jaya Mita, yang telah berdiri di atas tanah negara, sebesar Rp 102 juta. Mereka juga bahkan meminta uang yang sudah dibayarkan Rp 136 juta untuk dikembalikan.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, yaitu Pasal 340 jo 338 KUHP dan pembakaran Pasal 187 KUHP. “Pasal pembunuhan berencana ancamannya hukuman mati, seumur hidup, minimal 20 tahun,” sebut Rycko.