Gara Gara Sebuah Postingannya Di Facebook, Bikin Pria Ini Dihukum Mati

0
407

Di era global seperti sekarang ini, kita dituntut untuk bisa lebih bijak menggunakan media sosial, Jangan sampai Gara-gara sebuah postingan di media sosial kita akhirnya berurusan dengan hukum.

Kejadian itu nyata dan benar adanya, tak cuma hanya ada di Indonesia. Di pakistan, kejadian hukum pidana karena sebuah postingan di media sosial juga sering terjadi. Bahkan, belum lama ini seorang pria mendapat vonis hukuman mati karena sebuah postingannya di Facebook
Diketahui pria itu bernama Taimoor Raza, berusia 30 tahun berasal dari Multan, Provinsi Punjab, Pakistan yang divonis hukuman mati. Ia telah dinyatakan bersalah setelah postingannya menghujat Nabi besar Muhammad SAW melalui akun Facebook pribadinya dan sengaja menyebarkan fitnah dengan gambar dalam bentuk sebuah serangan atau tantangan.

Sebuah pengadilan Anti Aksi Terorisme Pakistan bahkan juga menyebutkan bahwa pria itu juga telah membuat komentar pedas terhadap seorang pemimpin agama Muslim Sunni dan dianggap telah menghina seorang istri nabi yang dapat memberatkan hukumannya. Kasus yang sangat sensitif ini membuatnya dijatuhi hukuman yang sangat berat.

Kasus seperti ini disebut sebagai sebuah contoh baru cara dalam menindak sebuah kasus ujaran kebencian hingga tindak kekerasan melalui media sosial.

Tapi, saat Telegraph menanyakan isi postingan dari Taimoor Raza yang membuatnya hingga divonis hukuman mati, pihak pengadilan tak mau menyebut karena isi dari postingannya terlalu ofensif hingga tak pantas untuk disebut kembali.

Raza saat ini dipaksa untuk mengajukan sebuah banding ke Pengadilan Tinggi di Pakistan. Kemudian jika ia gagal kemudian harus mengajukan banding ke Mahkamah Agung dan ia menjadi orang pertama di Pakistan, bahkan pertama di dunia, yang dieksekusi hukuman mati karena ujaran kebencian di media sosial.

Raza divonis atas pasal 295-C KUHP karena telah dianggap menghina Nabi besar Muhammad SAW dan telah berani menghasut serta menyebarkan kebencian terhadap sektarian.

Seorang jaksa penuntut umum setempat, bernama Shafiq Qureshi, menyebutkan bahwa Raza ditangkap di sebuah halte bus setelah polisi berhasil mengantongi bukti bahwa ia secara ofensif telah menghina Nabi Muhammad SAW. Dan ia kemudian dijerat sebuah pasal tentang penodaan agama.
Qureshi menyebut jika Raza merupakan seorang anggota komunitas minoritas Syiah. Di pengadilan, ia telah dituduh menyebarkan ‘pidato kebencian’ terhadap sekte Deobani yang merupakan menganut aliran Islam Sunni yang ketat.

Sebuah kelompok hak asasi manusia di Pakistan bereaksi terhadap putusan pengadilan itu dan meminta putusan tersebut untuk dapat dibatalkan.

“Jika menghukum seseorang sampai mati hanya karena diduga memposting sebuah materi hujatan secara oline adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional hak asasi manusia dan preseden berbahaya,” kata Nadia Rahman seorang dari kelompok pembela hak asasi manusia Pakistan.