Gara gara putrinya sering main sosial media, seorang ayah tega melukainya

0
255

Para anak remaja saat ini lebih suka menghabiskan waktu di dunia maya dengan menggunakan ponsel pintar, gadget hingga komputer mereka. Karena merasa asyik bermain media sosial tanpa mengenal waktu, sehingga para remaja terebut sering melupakan tanggung jawab atau pekerjaan di dalam rumah maupun di sekolah. Tak heran jika semakin banyak anak-anak kita yang mendapatkan nilai rendah di sekolahnya.

Para orang tua disarankan untuk selalu memantau kegiatan anak-anak mereka dan juga dapat mengendalikan penggunaan ponsel pintar, komputer dan gadget. Masing-masing para orang tua pun memiliki cara yang berbeda dan tersebdiri untuk dapat mendisiplinkan anak-anak mereka.

Terlebih jika anak-anak mereka sudah terlalu asyik dengan dunia maya mereka, tak sedikitpun para orangtua yang bertindak tegas kepada anaknya.

Namun sebuah tindakan yang telah dilakukan seorang ayah di Phatthalung, Thailand untuk mendisiplinkan anaknya senidir ini terlihat sungguh menyeramkan karena sampai menyebabkan sebuah pertumpahan darah. Seorang pria bernama Joi (nama samaran) ini hampir membunuh putrinya sendiri hanya gara-gara terlalu assik bermain Facebook. Joi yang kini berusia 41 tahun bahkan telah melukai putrinya dengan menggunakan sebuah senjata tajam.

Joi melukai putrinya di bagian leher. Ia merasa kesal karena putrinya yang baru berusia 13 tahun itu lebih sering menghabiskan waktu di media sosial.

Tak hanya puas dengan hanya melukai, Joi kemudian mengurung anaknya di sebuah rumah kontrakan di distrik Muang Phetchaburi di Thailand. Joi ditangkap pihak kepolisian setempat di sebuah pos pemeriksaan distrik Thap Sakae di Prachuap Khiri Khan pada hari Minggu malam saat mencoba uuntuk melarikan diri bersama putri bungsunya.

Joi mengatakan kepada petugas polisi bahwa dia menyerang gadis itu karena merasa kesal dan marah usai berdebat dengan putrinya yang menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bermain media sosial Facebook dan Line.

Istri Joi yang kini sudah berusia 44 tahun mengklaim bahwa suaminya tidak menyukai anak gadis yang menghabiskan banyak waktu di media sosial karena khawatir hal itu akan berdampak buruk pada pekerjaan sekolahnya. Dia juga membantah sebuah isu bahwa aksi sang suami tersebut merupakan sebuah pelecehan seksual.

Sang istri mengatakan bahwa suaminya memang memiliki sifat temperamen yang keras dan suka memukul putrinya sebelum menggunakan media sosialnya. Dia mengklaim bahwa Joi sebelumnya pernah mengancam akan membunuh semua anggota keluarga karena dia merasa cemburu dan selalu ketakutan jika istrinya kembali kepada mantan kekasihnya.