Diduga terkendala biaya pengobatan, bocah ini meninggal di rumah sakit

0
207

Kehilangan seseorang yang kita cintai selalu menjadi masa yang tersulit terutama ketika kematian terjadi karena alasan yang tidak terduga. Dalam beberapa kasus hukum menjadi tidak adil saat melihat klaim hilangnya nyawa seseorang karena kelalaian klinis.

Hal itulah yang dialami oleh keluarga Jhanella Marie Trinidad yang berusia 9 tahun, usai dia meninggal begitu cepat di rumah sakit.

Kabar meninggalnya Marie ini tersebar melalui sebuah rekaman video yang menjadi viral di media sosial Facebook. Di dalam video tersebut menunjukkan bagaimana keluarganya merasa sangat emosional tentang kematian Marie.

Anggota keluarga terdengar berteriak dan mengatakan jika mereka dapat membayar berapa pun yang diminta oleh rumah sakit, selama mereka segera untuk memberikan pertolongan kepada Marie.

Dan melihat video itu, para warganget beranggapan jika alasan di balik ledakan emosi yang dialami oleh keluarga Marie adalah jika pihak rumah sakit menolak untuk melakukan tindakan medis pada Marie karena keluarga tersebut tidak memiliki uang.

Marie bersama dengan neneknya dikabarkan sudah melakukan beberapa tes tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Mereka kemudian kembali ke rumah sakit keesokan harinya usai Marie mengalami kesulitan bernapas dan sakit perut akut. Dan pihak rumah sakit mengatakan jika Marie menderita Dengue Shock Syndrome. Staf rumah sakit dan dokter kemudian memberikan perawatan pertolongan pertama, tetapi itu saja tidak cukup. Lalu dokter menyuruh keluarga untuk pindah ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas ICU (Intensive Care Unit) lebih baik.

Perawat dan staf membantu keluarga itu untuk mencari rumah sakit dan menghubungi beberapa rumah sakit, tetapi tidak ada kamar yang tersedia.

Lalu rumah sakit menyarankan untuk pergi ke rumah sakit swasta dan dapat menghubungi Medical City, Ortigas, Kota Pasig, tetapi mereka berada dalam daftar tunggu yang panjang. Dan tidak lama kemudian Marie meninggal pada malam itu.