Dianggap lecehkan Islam, K-Drama ‘Man Who Dies to Live’ dikecam dunia

0
93

Salah satu drama Korea yang berjudul ‘Man Who Dies to Live’ memang telah sukses memulai penayangan dengan meraih perolehan yang rating yang terbilang bagus.

Namun sayang drama tersebut justru mendapatkan kecaman dari warganet internasional, terutama mereka yang beragama Islam. Sebuah drama yang mengusung genre komedi ini berawal dari seorang penggemar K-Drama yang mengungkap adegan-adegan dalam drama ini telah melecehkan agama Islam. Dan postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 37 ribu kali.

Tidak hanya itu saja, seorang netizen asal Indonesia, Aisha Shabrina juga melayangkan petisi untuk menghentikan tayangan tersebut.
“Drama ini sangat melecehkan Islam sebagai agama dan budaya di Arab. Hal-hal yang bukanlah elok untuk dibikin lelucon. Banyak sekali adegan yang menyinggung, jadi kami rasa lelucon yang tidak lucu ini perlu dihentikan,” tulis petisi itu.

Drama ini berkisah tentang Jang Dal-goo yang meninggalkan Korea pada 1970-an. Di Arab Saudi, dia dikenal sebagai milyuner CEO Count Souad Fahd Ali di sebuah kerajaan Timur Tengah. Dia juga dikenal sebagai playboy dengan gaya hidup mewah dan berstatus sebagai raja minyak. Namun, dia ingin menemukan putrinya yang dia tinggalkan beberapa tahun yang lalu.

Pada episode pertama, drama ini menayangkan wanita berhijab yang mengenakan bikini, putri Arab yang memperlihatkan bagian dada, juga menggunakan Alquran sebagai salah satu properti.

Pihak stasiun televisi yang menayangkan drama ini, MBC, menulis surat permintaan maaf kepada umat muslim, khususnya dari Negara Timur Tengah.

“‘Man Who Dies to Live’ merupakan cerita fiksi yang berdasarkan pada sebuah negara khayalan yang disebut ‘Bodoantia’. Jadi kami mohon diperhatikan bahwa semua karakter, nama, tempat, dan sebutan seluruhnya bersifat fiktif. Kami tidak berniat untuk menyinggung nilai, budaya, agama atau masyarakat Arab dan negara-negara Islam. Kami dari pihak MBC mengekspresikan penyesalan yang tulus dan permintaan maaf secara formal kepada pemirsa yang mungkin telah menonton drama tersebut,” kata MBC.