Dianggap Gila, Ternyata Ini Kisah Sedih Cewek Bertoga di Kuburan

0
454

“Kok aneh sih, kenapa memilih kuburan sebagai latar untuk foto wisuda?” Pertanyaan itu sering diucapkan oleh orang-orang yang pertama kali melihat foto yang telah diunggah oleh Adilla Bt Kamaruzzaman. Namun, ketika mengetahui cerita di balik foto itu, semua pasti akan ikut sedih.

Adilla menceritakan jika dua orang yang sangat penting dalam hidupnya, yaitu ayah dan ibunya tidak dapat datang ketika dia wisuda, karena ayah dan ibunya sudah lama tiada. Ibunya meninggal ketika dia berusia 4 tahun. Sang ibu meninggal karena kecelakaan pada tahun 2000.

Semenjak ibunya meninggal Dilla dan ayahnya pun melanjutkan hidup seperti biasa. Akan tetapi, kemalangan kembali terjadi. Ayah Dilla meninggal pada tahun 2006 karena diabetes sampai mengalami strok. Kemudian oleh sang paman Dilla dititipkan di rumah yatim piatu di Ampangan, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Sang paman berjanji akan menjemput Dilla kalau usianya sudah menginjak 12 tahun. Namun, ternyata pamannya tidak kunjung datang. Tinggal di rumah yatim piatu ternyata tidak membuat kehidupan Dilla menjadi lebih baik.

Teman-teman Dilla kerap menganggap Dilla gila karena dia sering menunggu ayahnya yang sudah tiada untuk menjemputnya di sekolah. Dan tidak hanya itu saja, teman-teman Dilla juga menganggap dirinya mengarang cerita tentang kematian sang ibu karena kecelakaan.

Tinggal di sebuah panti asuhan, Dilla mencoba untuk bangkit lagi dan melanjutkan hidupnya. Dia bercita-cita untuk menjadi orang yang sukses. Dan sejak usia 11 tahun, Dilla mengatakan jika uang yang diberikan oleh para donator selalu dia tabung.

Dilla juga mengaku jika dirinya pernah tidak makan nasi selama hampir seminggu karena tidak ada uang untuk membelinya. Namun, semua kesusahan itu tidak membuat Dilla patah semangat. Justru dia terus belajar dan berusaha sampai akhirnya lulus dari Universiti Teknologi Mara (UiTM) jurusan seni reka.

Dan setelah dia lulus ternyata kehidupan berubah. Orang-orang yang dulu “membuangnya” sekarang mulai berdatangan. Padahal dulu saat Dilla mengirimkan pesan singkat, tidak ada satu pun dari saudaranya yang membalasnya. Dan susah untuk Dilla melupakan semua kejadian pahit yang sudah menimpanya ketika dia masih kecil.

Jadi, bukan karena Dilla gila, Dilla hanya ingin menunjukan kepada ayah dan ibunya yang sudah tiada jika anaknya sekarang sudah berhasil dan baik-baik saja.