Cerita cinta pria Jepang dan boneka s3ks

0
187

Masayuki Ozaki saat bertemu dengan Mayu di salah satu toko seks dan dia pun langsung jatuh cinta kepada pandangan pertama nya itu. Mayu yang terbuat dari silikon memang sangat mirip sekali dengan manusia asli. Tingginya sama dengan ukuran normal manusia dengan wajah yang cantik dan tubuh yang sexy. Dan Ozaki juga mengatakan bahwa istrinya marah saat dia membawa pulang Mayu ke rumah mereka.

“Istri itu sangat marah waktu pertama kali melihat saya membawa pulang Mayu. Tapi, kini dia sudah dapat menerimanya,” tutur Ozaki
Ozaki mengatakan jika ia sudah tidak bisa lagi berhubungan seks dengan sang istri sejak anak mereka dilahirkan.
“Setelah istri saya melahirkan, kami pun berhenti untuk berhubungan seks dan saya merasakan kesepian. Wanita Jepang tidak berperasaan dan mereka egois. Pria ingin pasangannya mendengarkan curahan hati mereka sepulang kerja,” jelasnya.

Tetapi hal ini berbeda dengan Mayu, yang akan selalu menunggunya untuk pulang tidak peduli dengan keadaannya.

“Masalah apapun yang sedang saya hadapi, Mayu selalu mau untuk menunggu. Saya sangat mencintainya dan ingin hidup bersama dia selamanya. Saya ingin dikuburkan bersama dia dan membawanya ke surga,” tutur Ozaki.

Sekitar 2.000 buah boneka pemuas nafsu bias terjual setiap tahunnya dengan harga USD 6 ribu (setara Rp 80,2 juta). Boneka ini pun dilengkapi dengan jari, kepala yang bisa dilepas dan alat kelamin yang juga bisa dicopot.

“Teknologi Jepang setiap hari berjalan semakin canggih setelah boneka-boneka karet di tahun 1970-an,” ucap Hideo Tsuchiya, direktur pemasaran pembuat boneka Orient Industry.

“Kini mereka juga terlihat sangat nyata dan saat anda menyentuh nya itu seperti kulit manusia asli. Dan semakin banyak pria yang akan membeli, maka mereka akan merasa bisa benar-benar berkomunikasi dengan boneka-boneka tersebut,” lanjutnya.
Kebanyakan para pembeli boneka ini adalah orang tua. Ada juga pembeli seorang disabilitas dan juga duda. Tak dipungkiri beberapa pria muda sehat pun juga membeli boneka itu. “Alasan mereka agar tidak sakit hati,” tukasnya.