Beternak kecoak, pria ini kantongi Rp 135 juta per bulan

0
384

Kalau berbicara tentang hewan yang paling dihindari, banyak orang akan menjawab kecoak. Ya, hewan ini berbentuk menggelikan dan hewan ini tinggal di tempat yang sangat jorok.

Namun di sisi lain ternyata kecoak mendatangkan rejeki lho. Seorang pria di China yang bernama Wang Fuming berusia 43 tahun telah menghasilkan Rp 135 juta per bulan karena beternak kecoak.

Peternak kecoak yang telah memulai usahanya dari tahun 2010 ini mengaku memiliki enam peternakan kecoak. Dan total populasi kecoak di peternakannya sebanyak 10 juta ekor.

Pria lulusan SMA ini mengaku dia memulai bisnisnya ini karena kebetulan. Pada awalnya dia memelihara kalajengking dan kumbang. Namun tidak disangka telur kumbang yang dia pelihara terkontaminasi oleh kecoak. Dan dia tidak sengaja membiakkan telur kecoak dan berubah menjadi anakan kecoak yang sangat banyak. Dan di situlah dia memiliki ide beternak kecoak karena kenyataan membiakkan kecoak lebih gampang.

Beternak kecoak itu tidaklah susah. Yang perlu dilakukan hanya membeli telur kecoak. Telur kecoak tersebut ditempatkan dalam sebuah wadah telur ayam supaya berkembang biak. Dan makanannya pun tidak susah, hanya perlu diberi sisa makanan bekas.

Kecoak yang dia ternakkan digunakan untuk bahan obat dan juga kosmetik. Protein yang terkandung pada sayap dan juga tubuh kecoak konon dapat menjadi alternatif bahan baku murah untuk produk kecantikan. Dan kecoak yang dia ternak pun tidak sembarangan, yakni jenis kecoak Amerika.

Manfaat kecoak membuat bisnis ternak kecoak menjadi sebuah tren di China. Dan hal ini didukung oleh fakta penelitian dari Lembaga Penelitian Agrikultur di Provinsi Jeonnam Korea Selatan bersama dengan Fakultas Farmasi di Universitas Dali China, jika kecoak dapat membantu mengurangi rambut rontok, mengatasi serangan sel kanker dan menjadi obat AIDS. Dan karena manfaat kesehatannya itulah, beberapa orang juga memakan kecoak. Konon rasanya gurih dan enak.