Anak Ini Harus Memilih! Orangtua Kandung yang Menelantarkan atau Orangtua Angkat yang Merawat

0
10826

warungjudiindonesia.com – Selusin tahun yang lalu, seorang bayi perempuan yang ditinggalkan oleh orang tua biologis di sebuah rumah sakit di Guangdong, Cina. Dilansir dari worldofbuzz.com, seorang petani bernama Zheng, saat itu di rumah sakit yang sama karena istrinya mengalami keguguran.

Zheng dan istrinya akhirnya memutuskan untuk mengadopsi bayi mungil yang telah ditinggalkan. Gadis itu bernama Xiao Qi dan dirawat oleh Zheng sebagai orang tua angkat. Pada tahun 2010, Zheng tiba-tiba menderita tekanan darah rendah.

Kondisi ini menyebabkan kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Tak lama kemudian, istri Zheng juga meninggalkan Yesus lalu pergi.
Hanya ada Zheng lumpuh di rumah bersama dengan anak angkatnya.

Dua tahun kemudian, orang tua biologis mereka Xiao Qi tiba-tiba muncul dan ingin mengambil Xiao Qi rumah. Saat itulah Xiao Qi baru tahu bahwa dia diadopsi. Ketika diminta untuk memilih Xiao Qi mengikuti siapa pun, ia ternyata memilih orang tua angkat.
Dia menolak undangan untuk kembali orang tua kandungnya.

Dia mengatakan dia ingin membayar Zheng. Setelah itu, pada tahun 2015, uji coba muncul kembali. Ibu Zheng meninggal pada usia 90-nya. Xiao Qi 11 tahun kali ini benar-benar tidak punya siapa-siapa kecuali ayahnya, yang lumpuh. Keadaan memburuk karena Zheng adalah bukan orang yang memiliki kapasitas keuangan yang baik.

Dia juga harus bergantung pada bantuan pemerintah. Tidak hanya itu, Xiao Qi juga memiliki masalah sendiri. Karena dia diadopsi, Zheng tidak dokumen Xiao Qi sempurna, sehingga tidak memiliki kewarganegaraan. Untungnya, pemerintah setempat ingin membantu.

Xiao Qi membantu untuk mengurus status kewarganegaraan. kesulitannya semakin membantu setelah media lokal melaporkan. Pada sumbangan dari banyak orang, Xiao Qi dan akhirnya punya cukup uang untuk memiliki tempat baru untuk hidup.

Rumah yang dia tidak praktis layak. Selain itu, beberapa pengusaha juga mengumpulkan dana untuk biaya pendidikan Xiao Qi, sehingga ia tidak perlu khawatir tentang biaya pendidikan hingga tingkat universitas.