Alasan pelayan restoran cepat saji tak layani pelanggan ini aneh abis

0
58

Sebuah restoran tentu sudah sewajarnya melayani para pelanggan yang ingin membeli makanan dan akan mendapat perlakuan yang sama untuk menikmati hidangan.

Tapi berbeda dengan seorang pelayan yang bekerja di restoran cepat saji McDonald’s’s di Virginia. Dia dipecat karena tidak mau melayani pengunjung yang ingin membeli makanan.

Kejadian berawal saat pengunjung yang menggunakan seragam polisi memesan dan membayar lewat drive-thru dan bersiap untuk mengambil pesanannya. Tapi saat sampai di area pengambilan, pelayan yang melihat polisi bernama Scott Naff itu justru menolak untuk melayani dan pergi meninggalkan area pengambilan pesanan.

Melihat sikap pelayan tersebut, polisi itu kaget dengan perlakuan yang tidak mengenakan. Cathy Naff istri dari polisi itu mengatakan dengan jelas jika dia tidak ingin melayani aparat kepolisian sebelum menutup jendela dan meninggalkan area pengambilan pesanan drive-thru.

Walaupun mendapat perlakuan yang tidak mengenakan, sang suami tetap menunggu pesanan dengan sabar. Walaupun saat itu juga merasa malu karena menjadi pusat perhatian pengunjung lain.

“Aku yakin kala itu Scott merasa malu, karena para pegawai yang lain mengintip dari sisi tempat lain, belum lagi ia juga ditatap oleh para pembeli lainnya yang ada di tempat tersebut,” ungkap Cathy.

Setelah menunggu dengan sabar, akhirnya ada seorang pegawai datang ke area drive-thru dan memberikan menu pesanan Scott. Menyikapi kejadian ini pihak McDonald’s sudah memberhentikan pegawai drive-thru yang menolak melayani Scott.

Lewat pernyataan resmi manager McDonald’s, menyatakan jika McDonald’s merasa menyesal atas kejadian tersebut. Dan menjelaskan jika apa yang dilakukan pegawai drive-thru, telah menyalahi kode etik dari McDonald’s yang mempunyai moto pelayanan yang ramah kepada semua pelanggan.

Setelah mendengar penjelasan dari pihak restoran, Cathy mengaku dirinya dan suami justru merasa sedih karena mereka tidak mengharapkan pegawai itu dipecat. Tapi ia tetap menghargai respons dari pihak McDonald’s. Cathy juga berharap supaya restoran cepat saji ternama itu lebih baik lagi melatih dan mendidik pegawainya.