41 Orang Pernah Jatuh dari Jembatan Ini, 4 Diantaranya Tewas

0
218

warungjudiindonesia.com – Sunut jembatan, jembatan kayu yang memberikan akses hanya antara desa dan dusun Sapen Borangan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang memiliki banyak korban. Berdasarkan catatan ke desa setempat, sedikitnya 41 orang telah jatuh atau mengalami kecelakaan di jembatan dan empat dari mereka meninggal.

Kepala Dusun Sapen, Budi Narto, mengungkapkan setidaknya enam kecelakaan di jembatan yang melintasi sungai Mranak bersama bahwa dia bisa ingat. Pertama pada tahun 1985, sebuah truk jatuh ke sungai yang dua orang tewas dan 27 lainnya luka-luka serius.

Pada tahun 2007, seorang ibu dan anak yang lewat jatuh, anak itu meninggal. Pada tahun 2009, seorang ibu dan anaknya terjatuh saat mengendarai sepeda motor, keduanya terluka.

Kemudian pada tahun 2013, sebuah truk jatuh yang mengakibatkan 5 orang luka berat. 2016, juga sebuah truk yang lewat jatuh dan menyebabkan korban menderita luka serius.

Akhirnya, pada Sabtu (2017/04/01) pagi, (tidak Jumat seperti dilaporkan sebelumnya), pasangan menikah dari Purwodadi, Grobogan jatuh ke sungai dari ketinggian sekitar 15 meter dari jembatan.

“Kabarnya pria meninggal di rumah sakit sore ini Purwodadi, patah lengan dan pinggang perempuan. Jika itu sudah tahu tidak ada yang meninggal segera, beberapa setelah di rumah sakit,” kata Budi melalui telepon, Minggu (2017/04/02) dini hari.
Penyebab banyak korban di antara jembatan itu tak lain adalah kondisi jembatan tidak layak. Banyak bagian jembatan yang terbuat dari kayu yang sudah membusuk. Selain jembatan panjang 76 meter dengan lebar 2,5 meter itu tidak dilengkapi dengan penghalang atau keselamatan struktur.

Budi berharap pemerintah untuk memperbaiki jembatan sehingga tidak ada korban lebih lanjut. “Kondisi jembatan itu rusak parah, kami berharap bupati dan perhatian Gubernur membayar. Jangan biarkan lagi korban,” katanya. Sunut jembatan penting bagi lebih dari 400 keluarga atau sekitar 1.300 jiwa warga dari kedua desa.